Waspadai, 27 Kabupaten di Jateng rawan bencana longsor


Semarang (CENTININEWS) – Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Provinsi Jateng membeberkan ada 27 kabupaten di Jateng yang masuk peta rawan bencana pergerakan tanah.

“Berdasarkan kajian yang kami lakukan, terdapat 27 kabupaten yang memiliki wilayah rawan gerakan tanah sehingga direkomendasikan untuk mengantisipasi bencana longsor,” Kepala Dinas ESDM Jateng Sudjarwanto Dwiatmoko di Semarang, Kamis.

Kendati demikian pada 27 daerah tersebut, kata dia, bencana rawan terjadi longsor, hanya daerah yang berada di area perbukitan atau daerah yang memiliki lereng sehingga berpotensi terjadi longsor.

Beberapa daerah yang masuk kategori tersebut yakni di Majenang dan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, di Salem dan Sirampog, Kabupaten Brebes, di Karanglewas, Kabupaten Banyumas, di Karangsembung, Kabupaten Kebumen.

Baca Juga   Cuaca di Jateng 29 Desember 2020 Potensi hujan lebat siang-sore

Juga daerah di Purbalingga, Pemalang, Pekalongan, Tegal, Banjarnegara, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, Magelang, Karanganyar, Wonogiri, Semarang, Kudus, Pati, dan Rembang.

Potensi longsor di daerah tersebut dusebabkan oleh faktor geomorfologi meliputi sudut lereng, bentuk atau tipe, relief.

“Semua daerah yang berlereng berpotensi bergerak turun, semakin terjal akan tambah berpotensi, meskipun longsor juga bisa terjadi di daerah datar,” ujarnya.

Selain itu jenis batuan dan struktur geologi di mana daerah tersebut memiliki jenis batu lempung yang mudah mrngembang karena memiliki kadar air, juga rentan membuat tanah longsor. Juga adanya zona patahan/sesar dan lapisan batuan yang sejajar lereng juga memiliki kerentanan longsor.

Faktor pemicu longsor lainnya yakni, curah hujan, kondisi lingkungan atau tata guna lahan, serta faktor aktivitas manusia.

Baca Juga   Diduga Rusak Kantor KONI, Pengacara Antoni Akan Laporkan ke Polda

Untuk itu, Dinas ESDM Jateng mengingatkan kabupaten/kota untuk mewaspadai daerah yang rentan longsor, apalagi dengan curah hujan yang tinggi. (ant/ap)

Dari Antara, diubah seperlunya. Dok gambar, pribadi

Tinggalkan Balasan