“WAKIL SAYA” BUTUH TEMPAT UNTUK BEKERJA IKHLAS, TOLONG IKHLASKAN

Illustrasi Kamar Mewah

CELOTEH KANG SUTRIS #2

Beberapa hari ini, saya sering mendengar obrolan teman-teman tentang rencana dari beberapa anggota dewan yang akan membangun Gedung DPRD. Awalnya saya tidak terlalu memperhatikannya, mungkin karena saya tidak ada kepentingan dengan hal itu, dan yang pasti tidak ada keuntungannya buat saya pribadi jika Gedung itu jadi. Coba bayangkan, jika Gedung itu jadi pasti gedungnya bertingkat, jika naik anak tangga dengan postur saya yang “tinggi besar” ini, pasti akan mengeluarkan banyak tenaga apalagi dengan napas yang sudah tidak panjang lagi, tidak ada keuntungannya juga saya masuk ke Gedung itu nantinya, hanya untuk sekedar menyampaikan aspirasi saya ke “wakil saya” yang ada di DPRD, percuma menyampaikan karena aspirasi saya pasti  tidak akan didengar apalagi ditindaklanjuti untuk rakyat kelas “ecek-ecek” seperti saya ini, meskipun  gaji, tunjangan jabatan, tunjangan rumah, perjalanan dinas, pakaian dinas, makan dan minum mereka, sebagian kecil menggunakan uang dari pajak yang saya berikan ke negara, itu pikir saya.

Dari setiap obrolan teman-teman yang saya dengar itu, menurut saya sebagian besar tidak memberikan penilaian negatif rencana pembangunan itu dan Beberapa ada yang memberikan penilaian yang tidak negatif juga. Meski tidak memberikan komentar tentang hal itu, pernah suatu malam saya duduk termenung sendiri disamping rumah sebelah selatan, sambil melihat punden yang tak jauh dari rumah saya, berpikir dan bertanya pada diri saya sendiri. Di benak saya tebersit pertanyaan, kenapa harus membangun Gedung baru lagi, bukahkah Gedung yang sekarang masih berdiri dengan kokohnya. Atau mungkin Gedung yang sekarang ini, kurang nyaman untuk bekerja para legislator terbaik di kota ini. Alam narasi saya berkelana, membuat pertanyaan yang berceloteh membentuk kalimat-kalimat sehingga tersusun paragraph alenia per-alenia.

Baca Juga   Limpasan meluas, ribuan warga Setrokalangan Kudus terisolir banjir

Lalu muncul deskripsi kuantitatif dalam alam narasi saya, tugas para legislator yang terhormat ini, antara lain bidang penganggaran, pengawasan dan pembuat peraturan  atau perda. Bidang penganggaran menurut saya, kerja dari para “wakil saya” ini Top Markotop, tidak perlu diragukan lagi bidang yang berkaitan dengan angka-angka rupiah pada APBD ini. Dibidang pengawasan, ya lumayanlah, meski yang diawasi menurut saya hanya kepentingan kelompok atau kepentingan pribadinya saja, tapi mendingan daripada tidak mengawasi sama sekali. Dibidang legeslasi atau membuat peraturan daerah, ehm…..peraturan apa yang sudah dibuat ya?? Perda APBD? Bukankah itu ajuan dari Eksekutif, yang terkait dengan bidang penganggaran? lalu yang ajuan inisiatif dari para legislator untuk membuat sebuah peraturan daerah untuk kepentingan rakyatnya apa yaa?? Sudahkah direncanakan? Apakah para legislator ini mempunyai target dalam bekerja???

Semua narasi yang muncul pada pikiran saya tentang kinerja legislator ini, saya bandingkan dengan cara kerja yang dulu sewaktu masih bekerja pada perusahaan rokok yang memiliki nama di negeri ini. Dulu saya kerja ada angka-angka yang terperinci produk atau hasil kerja saya, yang harus diselesaikan dalam 1 hari, kemudian dijumlah dalam 1 minggu dan di total dalam 1 bulan, sehingga menghasilkan angka rupiah yang saya bawa pulang untuk menghidupi anak dan istri. Membandingkan kerja saya dengan kerja para legislator ini, bisa jadi karena kebodohan dan ketidaktahuan saya sebagai warga kelas “ecek-ecek”, tapi boleh donk jika sekedar bertanya dalam hati, dengan pertanyaan, apa kerja yang dihasilkan para legislator, apakah ada potongan gaji dan tunjangan jika tidak masuk atau tidak mengikuti rapat? Berapa kali pengawasan yang sudah dilaksanakan oleh para “wakil rakyat” ini, berapa peraturan yang sudah diundangkan selama 1 tahun?

Baca Juga   Polres Kudus Terima Penghargaan Satuan Kerja Terbaik Atas Kinerja Triwulan III 2020

Saya belum banyak mendengar inisiatif yang revolusioner dari para anggota dewan ini, untuk kepentingan rakyatnya. belum banyak prestasi yang di kerjakan, eh malah menganggarkan pembuatan Gedung, dan yang membuat saya terkejut malah ada anggota dewan yang tidak setuju dengan keputusan itu. ketidaksetujuannya dengan beberapa alasan, ada yang beralasan “mending anggarannya digunakan untuk penanggulangan bencana”, ada yang menginginkan “lebih baik digunakan untuk refocusing atau dana Covid-19 tahun 2021, daripada yang dipangkas anggaran baik langsung maupun tidak langsung dapat mensejahterakan warga”. Ketidaksetujuan beberapa  anggota dewan ini membuat saya bertanya-tanya, seberapa pentingkah pembangunan Gedung DPRD? Seberapa urgenkah pembangunan itu? tidak akan bisa bekerjakah anggota dewan jika Gedung itu tidak terbangun? Apakah setelah Gedung itu terbangun, akan banyak Perda Inisiatif maupun perda dari eksekutif yang akan di undangkan? Apakah setelah Gedung itu jadi akan banyak aspirasi atau keluhan rakyat yang akan ditangani anggota dewan?? Setelah Gedung jadi, apakah akan ada evaluasi hasil Kunjungan kerja dan disosialisasikan ke publik untuk dapat diadop guna perencanaan program pembangunan? Ataukah setelah memiliki ruangan sendiri-sendiri, para anggota dewan ini akan rajin masuk kerja atau rajin mengikuti rapat-rapat atau sidang-sidang? Dan yang pasti, apakah setelah Gedung jadi, kinerja anggota dewan akan meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya?

Baca Juga   Plt Bupati Kudus dan Sekda Kudus Mangkir dari Sidang Pemeriksaan Suap PDAM

Walahualam bisawab, saya rakyat kecil yang hanya bisa berdoa agar para pembuat kebijakan dapat mengabdi dengan hati nuraninya dengan tidak hanya memikirkan bagaimana cara agar  “mendapatkan” suara pada periode berikutnya. Yang jelas, “Wakil saya” butuh tempat untuk bekerja ikhlas, tolong ikhlaskan anggarannya agar mereka dapat  bekerja ditempat yang sejuk diruangan tersendiri, jika Lelah dapat istirahat dengan nyenyak dan nyaman, jika berfikir tidak akan terganggu dengan backsound yang mengganggu konsentrasi, dan jika dapat telepon dari “seseorang” tidak akan terdengar anggota yang lainnya.  Wassalam……(cks#2_trisno)

Tinggalkan Balasan