Tangan kanan siswa TK diamputasi diduga malapraktik sangkal putung

Sragen (CENTININEWS) – Muhammad Fauzi (5) siswa TK di Dukuh Karanganom, Desa Karanganom, Kecamatan Sukodono, Sragen terpaksa kehilangan tangan kanannya usai menjalani operasi amputasi di RS Ortopedi Prof dr. Soeharso Solo, Senin (22/2/2021).

Fauzi diduga menjadi korban malapraktik pengobatan tradisional sangkal putung di daerah setempat. Sebelumnya Fauzi sempat dirawat selama 16 hari di rumah sakit.

Sebelumnya dilansir dari Solopos, tangan kanan bocah Sragen itu melepuh akibat kesalahan penanganan atau malapraktik oleh terapis di sebuah tempat pengobatan alternatif.

Sebelumnya bocah yatim asal Dukuh/Desa Karanganom, RT 006, Kecamatan Sukodono, Sragen bermula ketika Fauzi bermain dengan teman-temannya pada 3 Februari 2021 lalu. Diduga karena dorongan tangan seorang teman, Fauzi terjatuh.

Baca Juga   Seorang kakek di Mlonggo Jepara ditemukan tewas tenggelam

Ironisnya, tangan kanan yang menjadi tumpuan saat jatuh belum cukup kuat untuk menahan berat badan bocah tersebut.  Akibatnya, lengan kanan bocah yang masih duduk di bangku TK itu mengalami patah tulang.

Karena tidak punya cukup biaya untuk berobat ke rumah sakit, pihak keluarga dan para tetangga menyarankan Fauzi dibawa ke sebuah pengobatan alternatif di Kecamatan Gesi. 

Alih-alih sembuh, tangan kanan Fauzi justru melepuh setelah tiga hari diterapi. Kondisi tangan kanan Fauzi justru makin bertambah parah dari hari ke hari diduga akibat malapraktik oleh terapis asal Gesi, Sragen. 

Menurut penjelasan dokter, beberapa saraf di lengan kanan Fauzi sudah rusak diduga akibat malapraktik saat menjalani pengobatan alternatif di Sragen.  Hal itu yang membuat kulit pada lengan kanan Fauzi melepuh. 

Baca Juga   PO Haryanto Persiapkan Armada Sambut Normal Baru

Akhirnya Fauzi harus merelakan tangan kanannya diamputasi Senin kemarin. (slp/ap)

Dari Solopos, diubah seperlunya

Tinggalkan Balasan