Sukses gelar RAT 2020, KONI Kudus: tak ada mosi tidak percaya jilid II


Kudus (CENTININEWS) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kudus menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun 2020 untuk yang pertama kalinya dengan lancar dan sukses. Ini menandakan jika KONI Kudus siap memajukan kembali dunia olahraga di Kabupaten Kudus.

Rapat Anggota digelar secara daring di Kantor KONI Kudus tersebut dihadiri pengurus harian KONI Kudus dan 27 ketua pengurus kabupaten (Pengkab) cabang olahraga, Jumat 22/01/2021.

Ketua KONI Kabupaten Kudus, Antoni Alfin mengatakan, kegiatan RAT tahun ini berjalan lancar, aman dan sukses. Kendati dihadiri 27 pengkab dari 46 cabang olahraga yang ada di Kudus.

Antoni membeberkan jika pihaknya akan fokus pada peningkatan restasi olahraga di Kabupaten Kudus. Terlebih Kudus didapuk menjadi tuan rumah dalam ajang Porprov VXI Jateng tahun 2022 mendatang.

“Kedepan, kami juga fokus pada persiapan Pra Porprov dan Porprov 2022 Jawa Tengah,” kata Antoni, di Kantor KONI Kudus. 

Baca Juga   Jelang Bergulirnya Liga 3 2020, Persiku Kudus Seleksi Pemain Sesuai dengan Protokol Kesehatan

Antoni menambahkan, sebagai tuan rumah bersama Kabupaten lain se Pati Raya (Kabupaten Pati, Jepara, Grobogan, Rembang dan Blora), KONI Kudus tengah melakukan persiapan matang sejak pertengahan tahun 2020 lalu. 

“Kami optimis bisa jadi tuan rumah, tinggal menunggu surat keputusan dari Gubernur Jawa Tengah,” tandasnya. 

Diketahui, saat ini cabang olahraga dibawah pembinaan KONI Kudus sebanyak 49 cabor, dari sebelumnya berjumlah 46 cabor.
Tiga cabor yang baru menjadi anggota KONI Kudus adalah Kix Boxing, E Sport Indonesia, dan Pordasi.

“Adanya tiga cabor baru ini, diharapkan prestasi olahraga di Kudus bisa semakin meningkat,”ujar Antoni.

Disinggung soal suara adanya aksi mosi tidak percaya lanjutan atau Jilid II yang digagas sejumlah ketua Pengkab, Antoni menegaskan tidak ada aksi tersebut. Sebab, aksi mosi tidak percaya yang pertama itu telah gugur saat digelar di rapat pleno KONI Kabupaten Kudus pada tahun 2020 lalu. 

Baca Juga   POBSI Kudus: Olahraga Biliar Bukan Ajang Untuk Perjudian

“Tidak ada mosi Jilid II, yang pertama saja saat diplenokan (rapat pleno) gugur,” tegasnya.

Sementara Ketua Bidang Hukum KONI Kudus, Muhammad Nur Hasyim menambahkan, RAT ini harus dilaksanakan oleh KONI Kudus, dan para ketua pengkab yang ada seharusnya menggunakan haknya mengikuti RAT. Termasuk Pemkab Kudus selaku pembina dari organisasi keolahragaan tersebut. 

“Kalau memang tidak diambil, itu menjadi hak dari Pengkab,” katanya. 

Kendati demikian, kata Hasyim, KONI Kudus saat sekarang masih memberikan toleransi kepada pimpinan pengkab, yang tidak bisa ikut RAT. 

Namun jika ada usulan terkait pengembangan prestasi olahraga di Kudus, masukan tersebut tidak bisa dipakai karena tidak disuarakan dalam rapat. “’Jadi, keputusan yang diambil adalah hasil dari RAT,’’ tandasnya. (*/ap)

Tinggalkan Balasan