SAYA ANGKAT TOPI ATAS KERJA CEPATNYA PEMKAB KUDUS, TAPI……..

CELOTEH KANG SUTRIS #1

Mungkin banyak orang yang belum mengenal saya, karena tidak begitu terkenal, maka suara saya tidak begitu didengar orang banyak. Sebagai warga yang di lahirkan di Kudus 37 tahun yang lalu, saya melihat banyak hal yang terjadi di Kudus, terutama kejadian akhir-akhir ini. saya menyadari sebagai warga kelas “nunutan” yang berpendidikan rendah, tidaklah gampang untuk sekedar memberikan tepuk tangan ataupun lambaian ke para “penguasa” dan “punggawanya”.

Diawal episode CKS ini, saya menceritakan pengalaman saya beberapa lama yang lalu hingga  beberapa hari yang lalu, tepatnya di hari Jum’at tanggal 12 Maret 2021, selepas Jumatan sekitar pukul 2 siang, saya melewati alun-alun Simpang Tujuh Kudus, alun-alun ini dulu tempat saya menembak seorang bidadari yang sekarang menjadi ibu dari seorang anak laki-laki dari benih saya. Tanpa sengaja saya melihat sebuah baliho dengan ukuran menantang langit jika dibanding dengan bentuk postur saya yang “tinggi besar”.

Gambar Baliho Ucapan Isro’ Miroj yang sebelumnya ucapan Natal dan Tahun Baru

Gambar pada poster itu sobek dibagian tengahnya, hingga tersingkap dan terlihat poster yang terpasang sebelumnya. saya iseng-iseng memfoto dengan HP saya yang jadul. Iseng-iseng saya kirim gambar itu ke sahabat saya, saya kirim tanpa ada tambahan kalimat apapun. Setelah itu saya melanjutkan aktifitas saya sebagai kepala keluarga yang di nanti istri dan anak untuk menerima sesuap atau dua suap jerih keringat hari ini.

Baca Juga   Aplikasi SIMPONI, Cara Sampaikan Keluhan Pelayanan Publik di Kudus

Setelah sore menapaki langit Kudus, saya pulang kerumah, dari arah jalan Loekmonohadi kearah alun-alun Simpang Tujuh, saya kaget, ternyata baliho yang tadi saya foto dan saya kirim ke sahabat saya tersebut, sudah dalam keadaan “telanjang” polos tanpa ada gambar. Ada kebanggaan dalam diri saya, saya berkata dan tersenyum dalam batin : “joss tenan, hanya ambil foto saja, balihonya bisa polos tanpa gambar”.

Sore harinya Baliho sudah dalam keadaan polos tanpa gambar

Kejadian hari itu bagaikan terlupa begitu saja, saya tidak terlalu memikirkan lagi tentang gambar baliho atau fisik baliho yang polos tadi. Keesokan harinya di hari sabtu pagi, saya melakukan aktifitas rutin sebagai kepala keluarga, meski tanpa pekerjaan yang tetap saya tetap menjalaninya dengan mengucap “Bismillah”.

Tak sengaja lagi, saya melewati alun-alun dengan posisi seperti hari kemarin, terkaget saya melihat gambar baliho yang kemarin kosong, pagi ini sudah terlihat gambar dengan foto Yang Terhormat Bapak Plt Bupati Kudus mengucapkan Hari Raya Nyepi.

Keesokan harinya, baliho sudah terpasang gambar

Wow…saya sangat terkesan sekali dengan kerja cepatnya Pemkab Kudus, bayangkan tidak ada 24 jam gambar baliho besar itu sudah berganti gambar, begitu cepatnya kerja pemkab dalam mengganti gambar. Karena terkesan dengan kerja cepatnya pemkab dalam mengganti gambar , saya ambil foto baliho itu. Saya lihat foto yang saya ambil kemarin, terlihat gambar yang sobek  ucapan Isro’ Miroj, dibalik gambar yang sobek tersingkap gambar ucapan Natal dan Tahun Baru dan gambar yang baru terpasang dengan gambar Ucapan Hari Raya Nyepi.

Baca Juga   Greget, wanita ini tagih hutang pakai karangan bunga di pesta pernikahan

Sekali lagi saya apresiasi dengan kerja cepatnya pemkab Kudus ini, Seandainya kerja cepat ini dilakukan bukan hanya mengganti baliho yang notabenenya hanya tampilan luar saja, hanya ucapan-ucapan keagamaan atau hari-hari besar saja, mungkin apresiasi positif, saya teriakan bahkan saya sambil teriak diatas genteng bawa TOA, agar semua orang seantero jagat mendengar kerja cepatnya Pemkab Kudus. Cuma saya masih ragu, atau mungkin kearah kuatir bisa jadi kearah takut. “Mengapa harus sebegitunya”, itu pertanyaan orang jika ada yang tanya.

Ini mungkin jawabannya. Seandainya saya berteriak “Pemkab Kudus Hebat…”!!!!, kerja ganti balihonya cepat dan gambarnya bagus-bagus,  lalu jika ada yang tanya?

“Kang Sutris, di baliho mana syaa bisa dapat info untuk tunjungan 1 Juta Rupiah perbulan untuk guru Non PNS??”

Baca Juga   9 Bungkusan Pocong Gegerkan Pemakaman

Atau Bahkan anak-anak yatim piatu akan berbondong-bondong ke “istana:” saya, “Kang Sutris, mana santunan bulanan untuk anak yatim piatu sesuai janji kampanye, dimana kami bisa mendapatkan informasinya”

Bayangan ketakutanpun berlanjut, dari kejauhan terlihat banyak orang berlarian menghampiri saya, sambil teriak-teriak, berlarian mendekat dengan tangan mengepal dan berkata: “katanya dulu dana kematian satu hari cair, bahkan bisa diambil di desa Kang, mana pelatihan 500 pengusaha pertahun dan modal usahanya, mana bantuan untuk pengurus masjid, informasinya di tempel dimana Kang Sutris, dibaliho mana Kang Sutris, persyaratannya di taruh dimana Kang Sutris…..Kang….Kang….Kang……..

“Kang…Kang….bangun Kang…..warung jangan buat tidur, malah nglindur teriak-teriak lagi”, gertak penjual Es Degan depan GOR Wergu dengan nada jengkel, oh…. ternyata ini tadi aku ketiduran dan mimpi buruk, menakutkan sekali mimpi ini, entah untuk orang lain, apakah mimpi seperti ini menakutkan atau menyenangkan Walahu Alam Bishawab. Dan segera ku berdoa “Ya Allah Lindungilah Hambamu yang lemah ini……Aamiin”.

Tinggalkan Balasan