Plt Bupati Hartopo minta peziarah tak kucing-kucingan saat PPKM

Kudus (CENTININEWS) – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus meminta wisatawan religi dan pezirah di makam Sunan Muria untuk menunda perjalanan ke tempat tersebut mengingat penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kudus diperpanjang hingga tanggal 8 Februari 2021.

HM Hartopo menyebut beberapa waktu lalu sempat kecolongan dengan adanya peziarah yang memasuki kompleks wisata religi makam Sunan Muria.

“Masih kucing-kucingan, kemarin juga kecolongan, wisata sudah kami tutup sesuai surat edaran. Untuk yayasan (makan Sunan Muria) dan kepala desa kami panggil,” kata Hartopo seusai disuntik vaksin, Senin (25/01/2021).

Dia telah menegur Yayasan Makam dan ‎Masjid Sunan Muria (YM2SM) usai diketahui masih banyaknya kunjungan peziarah dari luar kota.

Baca Juga   Pemkab Kudus mulai penataan PKL di kawasan City Walk

Dia menghimbau peziarah dari luar kota menunda perjalanan ke makam Sunan Muria. Terlebih perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kudus diperpanjang hingga ‎8 Februari 2021.

“Peziarah lokal saja yang diperbolehkan, peziarah dari luar kota saya minta tidak datang selama masa PPKM,” jelasnya.

Selain itu dia meminta peziarah luar kota untuk menaati aturan selama PPKM, dan tidak lagi kucing-kucingan agar tetap bisa masuk ke tempat wisata religi.

“Biarpun terminal Bakalan Krapyak ditutup, mereka tetap ke atas parkir liar,” jelas dia.

Pihaknya telah mengundang pengurus YM2SM untuk datang bersama perwakilan ojek dan pedagang untuk dapat berkomitmen mematuhi aturan selama penerapan PPKM di Kudus.

Baca Juga   Komisi B DPRD Kudus Dorong Langkah Persuasif Penegakan Protokol Kesehatan

Sementara itu, Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kudus, Agus Budi Satriyo ‎mengingatkan kepada masyarakat untuk menunda berpergian selama masa PPKM. Sebab tempat wisata berpotensi menimbulkan kerumunan.

Terlebih PPKM diperpanjang mulai 26 Januari 2021 hingga 8 Februari 2021 mendatang seperti yang disebutkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Kami masih menunggu surat edaran dari Gubernur Jawa Tengah,” jelas dia. (*/ap)

Tinggalkan Balasan