Perpanjangan PPKM hingga 8 Februari, Jateng anggarkan Rp1 triliun

Semarang (CENTININEWS), – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan siap melaksanakan kebijakan untuk memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga 8 Februari mendatang sebagaimana diumumkan pemerintah pusat.

Ganjar mengatakan jika saat ini 35 Kabupaten/Kota di Jateng telah melakukan PPKM, kendati sebenarnya hanya beberapa wilayah diharuskan menerapkan PPKM.

“Sekarang saja seluruh kabupaten/kota berpartisipasi, sudah 100 persen. Jadi kalau diberlakukan perpanjangan, tidak perlu diperluas jangkauannya karena semua sudah melakukan. Solidaritas teman-teman bupati/walikota sangat hebat, mereka punya kesadaran untuk bersama-sama menerapkan PPKM,” kata Ganjar.

Diketahui PPKM di Jawa Tengah awalnya diberlakukan di wilayah Semarang Raya, Solo Raya, dan Banyumas Raya. Menurutnya jika hasil PPKM pertama belum menunjukkan perubahan, maka akan dilakukan perpanjangan.

Baca Juga   Ratusan Lubang Jalan Kudus-Pati Ancam Nyawa Pengendara

“Kalau  melihat PPKM pertama, hasilnya belum menggembirakan. Penting untuk mempertimbangkan (perpanjangan), agar bisa menekan angka positifnya,” kata Ganjar.

Untuk mendukung penerapan PPKM, Ganjar mengatakan terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat terkait payung hukum persiapan anggaran. 

“Kami komunikasi terus dengan pusat agar mendapatkan payung hukum, apakah kita perlu refocusing (anggaran) dan seterusnya. Tapi sambil menunggu aturan itu, saya sudah menyiapkan dan ketika aturan turun langsung bisa dijalankan,” kata Ganjar

 
Selain itu Ganjar meminta untuk rasionalisasi anggaran dan menyiapkan anggaran Rp 1 triliun untuk antisipasi jika ada dampak-dampak pemberlakuan PPKM. 

“Saya minta minimal Rp1 trilun disiapkan, minimal itu. Jadi nanti bisa berkembang lagi, sambil kami memantau dampak-dampaknya. Mudah-mudahan masyarakat bisa bertahan,” terang Ganjar.

Baca Juga   Reses, Hj Sri Hartini Melaksanakan Serap Aspirasi

Ganjar minta masyarakat juga ikut mendukung suksesnya program PPKM tersebut. Sebab menurutnya, keberhasilan program ini terletak pada peran masyarakat, sambil terus mendorong percepatan program vaksinasi. 

“Kalau ini tidak mendapatkan hasil apa-apa (PPKM Pertama), memang ada peluang diperpanjang. Tapi kalau masyarakat berpartisipasi untuk disiplin semuanya, kasusnya turun maka mungkin tidak diperpanjang,” jelas Ganjar.

Sebelumnya, pemerintah telah memutuskan memperpanjang PPKM Jawa-Bali selama dua pekan, yakni mulai 25 Januari hingga 8 Februari mendatang. Hal ini disebabkan pemberlakuan PPKM tahap pertama belum menunjukkan hasil positif karena jumlah kasus Covid-19 terus meningkat. (*/ap)

Tinggalkan Balasan