Penggerak MI2G Sabet Penghargaan Krenova Kudus 2020

Plt Bupati Kudus berikan penghargaan kepada Ahmad Munaji. (Foto: istimewa)

 

Centininews, Kudus – Banyak menciptakan inovasi yang kreatif terkait pengelolaan lingkungan, Ahmad Munaji selaku penggerak Muria Indah Go Green (MI2G), berhasil menyabet penghargaan krenova 2020 tingkat Kabupaten Kudus.

MI2G merupakan salah satu gerakan peduli lingkungan di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus yang berpusat di wilayah RW 07 Perumahan Muria Indah.

Hal tersebut pantas didapatkan, mengingat sudah banyak sumbangsih dari kegiatan dan produk inovatif yang ditawarkan oleh MI2G.

Dirinya mempunyai inovasi berupa wadah tumpuk organik (watumpor). Ia menggunakan 2-3 tempat wadah untuk pengelolaan sampah organik yang terpadu dengan pertanian ketahanan pangan sederhana di keluarga. Sehingga banyak keluarga dan institusi yang menggunakan model tersebut.

Pihaknya mengembangkan pengolahan sampah bioreaktor. Di mana teknik ini sangat sederhana dan mudah dalam mengolah sampah organik. Yaitu, dengan memanfaatkan lalat BSF (Black Soldier Fly) atau hermetia illucens untuk mengurai sampah tersebut.

Baca Juga   Setiap Kecamatan di Kudus Ikut Pelatihan Cara Pemulasaraan Jenazah Covid-19

“Bioreaktor sederhana itu kami namakan Watumpor Integrated atau Wadah Tumpuk Organik (Watumpor) for Small Integrated Farming,” ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan maggot atau belatung dari lalat hitam (Black Soldier Fly) sudah cukup banyak dilakoni oleh pelaku lingkungan. Maggot atau belatung yang dihasilkan dari telur lalat hitam (BSF) sangat aktif memakan sampah organik. Sampah rumah tangga, seperti sayur, buah, dan lainnya bisa sangat cepat diurai menjadi pupuk.

“Hebatnya, sampah organik yang langsung dimakan maggot tersebut tidak sempat menimbulkan bau tidak sedap,” tuturnya.

Dibanding dengan mengolah sampah organik dengan teknologi, lanjutnya, mengolah sampah dengan bantuan maggot sangat murah. Hanya perlu menyediakan kandang lalat hitam, yang berasal dari kayu, dan kain hitam, serta bak-bak untuk memelihara maggot sehingga mereka mampu mengolah sampah menjadi pupuk organik.

Baca Juga   Cara Budi Daya Ikan Air Tawar di Lahan Terbatas Pemuda Karang Taruna "Tunas Jaya” Bersama Undip

Seperti yang telah diketahui, dirinya juga yang menggagas keberadaan Pasar Santic (Sunday Morning Reduce Plastic) sebagai salah satu wujud program kampung iklim di wilayah setempat dengan memanfaatkan kemasan ramah lingkungan.

Kemudian, juga didukung dengan adanya Kampung Loungsie, yang memiliki arti kampung dengan lorong, sehat, hijau, dan indah. Yang diwujudkan dalam giat bersama penanaman sayur-mayur, perikanan, tumbuhan bunga, pembuatan biopori, pengelolaan sampah, dan pengomposan. (SR)

Tinggalkan Balasan