Pengamat: Olahrga di Kudus jangan dipolitisasi dan untuk kepentingan pribadi


Kudus (CENTININEWS) – Mencuatnya klaim mosi tidak percaya jilid II oleh sejumlah pengurus cabang (pengcab) olahraga di Kabupaten Kudus yang ditujukan pada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) membuat pengamat olahraga di Kudus prihatin. 

Pasalnya jika kisruh ini terus berlarut, dapat berimbas pada prestasi olahraga di Kabupaten Kudus.

“Olahraga di Kudus memprihatinkan, terlebih dengan adanya gonjang-ganjing (mosi tidak percaya jilid II) ini,” kata Pengamat Olahraga, Soleh Isman dalam program Pojok Kota Kretek pada Tumenggung Fikri, Senin (25/01/2021).

Menurutnya KONI sebagai tempat  pembinaan olahraga di daerah, seharusnya membawa keberhasilan olahraga di daerah dengan prestasi. Apalagi KONI Kudus yang saat ini mempersiapkan diri menjadi tuan rumah ajang Porprov Jateng 2022 bersama Kabupaten di Pati Raya.

Baca Juga   Jelang Bergulirnya Liga 3 2020, Persiku Kudus Seleksi Pemain Sesuai dengan Protokol Kesehatan

Ini, kata dia harus menjadi perhatian dari seluruh pimpinan terkait. Baik itu pimpinan KONI, Pemkab, DPRD, dan pengurus cabang olahraga, agar segera menyelesaikan masalah yang ada agar tidak berimbas pada prestasi olahraga di Kudus.

“Untuk Porprov 2022, yang penting prestasi tidak turun, juga tidak mempermalukan olahraga Kudus dalam ajang tingkat Provinsi,” jelasnya.

Dia juga turut menyinggung anggaran Rp1 miliar dari APBD Kudus tahun 2021 untuk KONI, yang dinilai sangat ironis. Disaat KONI sedang mempersiapkan Pra Porpov dan butuh suntiknya dana bagi pembinaan atlet justru KONI mendapat anggaran yang minim.

“Saya kasihan pada atlet. Harusnya Pemkab dan DPRD tanggung jawab pada olahraga di Kudus, jika anggaran minim ini mencoreng daerah kita sendiri?” katanya.

Baca Juga   Sukses gelar RAT 2020, KONI Kudus: tak ada mosi tidak percaya jilid II

Dia meminta pihak terkait untuk instrospeksi masing-masing. Baik Pemkab, DPRD khususnya Komisi yang membidangi olahraga, dan pengurus-pengurus cabang (pengcab) olahraga di Kudus.

Sebab olahraga di Kudus tidak serta merta menjadi tanggung jawab Ketua KONI saja, setiap keputusan juga tergantung dari pihak lain.

“Harapan saya olahraga jangan dipolitisasi, biarkan netralitas olahraga di Kudus. Hindari olahraga dari politisasi dan juga kepentingan pribadi, jaga profesionalitas,” pungkasnya. (*/ap)

Tinggalkan Balasan