Pelatih Silat di Sragen Cabuli Siswi, Ancam Foto Bugil

CENTININEWS, SRAGEN – Seorang pelatih silat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kecamatan Tanon dilaporkan atas tuduhan mencabuli siswi yang dilatihnya. Tidak hanya dicabuli, korban yang masih di bawah umur dipaksa berfoto tanpa busana oleh pelatih tersebut.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, aksi bejat sang pelatih berinisial EK pada siswi 15 tahun dilakukan di tempat latihan, sebuah sekolah di Tanon, Jumat, 2 Oktober 2020 sekitar pukul 22.00 WIB. 

Pencabulan terjadi saat korban diminta pelaku melakukan ritual pendalaman ilmu seolah-olah terjadi transfer ilmu kharismatik.

Nahas korban justru dicabuli pelaku dan diminta berfoto tanpa busana. Foto tersebut lantas disimpan pelaku. Sementara korban dipaksa menuruti permintaan pelaku disertai ancaman foto korban.

Baca Juga   Tentang APBD, Kepala Daerah Wajib Ajukan Rancangan Perda

Kasus tersebut akhirnya dilaporkan ke Mapolres Sragen oleh pihak keluarga. Kasus tersebut saat ini ditangani penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sragen.

Salah seorang pelapor menyebut jika tindakan pelaku sangat tidak bermoral mengingat pelaku adalah pelatih sekaligus guru wiyata bakti di sebuah sekolah di Sragen.

“Bukan malah bertindak melebihi batas kewajaran, bahkan merusak masa depan siswinya. Kami yang mendengar kisah itu tentu sangat geregetan terhadap oknum pelatih silat itu,” ujar AF, warga Tanon, Sragen, yang keberatan disebutkan namanya kepada Solopos.com, Jumat (11/12)

Sementara Ketua PSHT Sragen, Jumadi, mengaku sudah datang sendiri ke Tanon untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Dia menjelaskan laporan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum pelatih silat itu sudah dicabut dari kepolisian.

Baca Juga   Dua pesawat tujuan Semarang mendarat darurat di Bandara Adi Soemarmo

Namun pencabutan laporan dibantah Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Guruh Bagus Eddy Suryana. Mewakili Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi, dia mengatakan penanganan kasus itu masih dalam tahap penyelidikan. 

“Saat ini sudah tahap penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi. Saat ini sudah ada lima saksi yang kita mintai keterangan [termasuk terlapor],” papar Guruh. (*/ap)

Artikel ini bersumber dari Solopos

Tinggalkan Balasan