PASAR BITINGAN HANYA BUKA SEPERTIGA PINTU

TETAP BUKA. Suasana aktifitas perdagangan di selasar pasar Bitingan setelah pintu masuk utama sebelah utara. Foto: sofyan

CENTININEWS,-Paska penutupan Pasar Kliwon selama dua hari, membuat pasar Bitingan menutup pintu dua pertiga dan hanya membuka seperti untuk keluar masuk pedagang dan pembeli. Hal ini diungkapkan Mohammad Thoha, Kepala Pasar Bitingan Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus.
“ Kita mendapat perintah dari dinas untuk tidak membuka pintu semua seperti sebelumnya. Selama ini ada 21 pintu terbagi dari timur barat utara selatan dan lantai atas bawah. Tapi mulai hari ini kita hanya membuka 7 pintu saja ,” kata Mohamad Toha, di ruang kerjanya, Senin (08/06).
Menurut Toha, tanggungjawab aktifitasnya sebagai Kepala Pasar Bitingan adalah seluruh aktititas di dalam gedung pasar Bitingan. Mulai dari lantai bawah sampai lantai atas, dari depan sampai belakang termasuk di selasar.
“ Kita pintunya tidak adanya di bawah, di atas juga ada karena memang ada akses langsung bongkar disana. Ada dua diatas yang dibuka nantinya ,” tukasnya.
Jumlah pedagang di pasar yang dikenal sebagai pusat kulakan sayur jalur pantura ini sekira seribuan pedagang aktif dengan omset 2-3 miliar perhari. Sebab, saat ini banyak stand telah ditutup dan tidak ada aktifitas.
“ Semua pintu masuk kita lengkapi dengan tendon cuci tangan dan hand sanitizer utnuk menjaga kebersihan dan kesehatan para pengunjung dan pedagang. Selain itu, kita wajibkan pedagang dan pembeli juga harus pakai masker. Kita pasang himbauan didekat pintu masuk ,” jelasnya.
Meski seluruh pedagang dan pembeli yang beraktifitas di dalam gedung bias terkontrol mengikuti protocol kesehatan, namun manajemen pasar Bitingan tidak bertanggungjawab dengan aktifitas perdagangan malam. Maksutnya, pasar Bitingan menjalankan aktifitas mulai jam 07.00 wib sampai 15.00 wib.
“ jadi aktifitas perdagangan waktu malam hari sampai dini hari itu diluartanggungjawab kita. Ada paguyuban sendiri disana, paguyuban pasar sayur malam. Ada sekitar 200-an pedagang. Mereka aktifitasnya diluar pasar Bitingan. Omset permalamnya sekira 300- 500 jutaan ,” ucapnya.
Menanggapi hal ini, Suwarti, salah satu pembeli pakaian pasar bitingan menyayangkan perbedaan perlakuan pedagang Antara di dalam gedung dan di luar gedung ( malam hari). Sebab, aktifitas malam hari lebih banyak melibatkan warga dari berbagai kota dibandingkan dengan pasar siang hari.
“ Kendaraan-kendaraan yang dating memuat barang itu kan banyak dari luar kota . Bisa jadi mereka dari kawasan-kawasan pandemic covid-19. Tapi mereka parker di luar atau jalan raya. Jadi tidak terkontrol, meski beberapa juga sudah memakai masker ,” cetusnya.
Wanita yang biasa kulakan untuk dijual kembali itu mengingatkan pada pengelola pasar Bitingan agar para pedagang sayur saat malam hari juga menetapkan pintu terbatas untuk mengontrol aktifitas. Sehingga apabila ada pedagang atau pembeli malam hari kemudian carrier covid19 tidak menularkan pada pedagang pasar siang hari. (fya)

Baca Juga   Kejaksaan Tangkap Pejabat PDAM Kudus

Tinggalkan Balasan