Omzet Pedagang Lentog Menurun Selama Pandemi

CENTININEWS, KUDUS – Lentog tanjung menjadi kuliner khas yang wajib dijajal saat mampir ke Kota Kudus. Citarasa gori pedas beserta sate telur puyuhnya membuat aroma yang menggoda. Setidaknya itu mampu membuat siapa saja ingin mampir dan menyantapnya.

Sebelumnya sentra kuliner tersebut sangat ramai, namun di masa pandemi Covid-19 tampak lebih sepi. Mau tidak mau hal itu turut berdampak pada omzet pedagang.

Karmisih menjadi salah satu penjual lentog khas Kota Kudus. Di deretan kios sentra kuliner lentog tanjung Lingkar Selatan Kudus. Dia telah berjualan lentog sejak 10 tahun yang lalu.

Buka dari pukul 05.30 Wib sampai pukul 18.00 Wib, diakui Karmisih saat ini hanya mampu mendapat omzet penjualan Rp 500 ribu hingga Rp 800 ribu per hari.

Baca Juga   Sensus Penduduk Secara Offline, Plt Bupati : Petugas Sensus Diimbau Tetap Terapkan Protokol Kesehatan dan Wajib Rapid Test

“Alhamdulillah, tetap disyukuri,” ucapnya.

Sebelum pandemi Covid-19, dia menuturkan penjualan selalu ramai. Setidaknya dalam sehari, dia mampu menghasilkan omzet hingga Rp 2 juta perhari.

“Biasanya dapat dua juta sehari mudah, sekarang menurun drastis,” tandasnya.

Bahkan di masa lebaran normal, penjualan lentog tanjung miliknya dapat mencapai omzet hingga Rp 10 juta perhari.

Dia hanya berharap agar masa pandemi Covid-19 segera berakhir agar omzetnya meningkat. (*/ap)

 

 

Tinggalkan Balasan