Obrolan di warung sate berbuntut laporan Plt Bupati Kudus ke Kepolisian

CENTININEWS.CO.ID, KUDUS – Seorang staf kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus, Heru dilaporkan Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kabupaten Kudus usai obrolan di warung sate diperkarakan oleh orang nomor satu di Kudus tersebut.

Yusuf Istanto selaku kuasa hukum HM Hartopo menyebutkan laporan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik telah disampaikan ke Polres Kudus pada Rabu (6/1). 

“Laporan sudah kami sampaikan ke Polres Kudus. Saudara Heru kami anggap telah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik terhadap klien kami bapak HM Hartopo yang juga Plt Bupati Kudus,” kata Yusuf, Kamis (7/1).

Lebih lanjut Yusuf mengatakan laporan tersebut berdasar pada perkataan Heru yang saat itu kebetulan bertemu dengan Ketua Pengkab PBVSI yang juga anggota DPRD Kudus, HM Ridwan di  warung sate Pekeng, turut Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Jumat, 25 Desember 2020 silam.

Baca Juga   Dalam Prolegda, DPRD Kudus Loloskan Ranperda Penanganan Covid-19

Saat itu, Ridwan yang juga mengenal baik Heru menanyakan perihal adanya gerakan mosi tidak percaya untuk kedua kalinya pada Ketua KONI Kudus, Antoni Alfin. 

“Denger-denger ada mosi tidak percaya lagi pada Antoni,” kata Ridwan yang ditirukan oleh Yusuf.

Lantas Heru kemudian menjawab pertanyaan Ridwan. 

“Kok mosi, kenapa? Apa setoran ke Plt masih kurang?” ujar Yusuf menirukan perkataan Heru.

Menurut Yusuf, Ridwan yang mendapat jawaban tersebut ganti menimpali. “Lha dasarmu ngomong itu apa? Kata Ridwan. Namun Heru tidak menjawab.

Ucapan tersebut yang menjadi awal mula laporan dugaan pencemaran nama baik Plt Bupati Kudus HM Hartopo. Terlebih, kata Yusuf obrolan tersebut disaksikan sopir Ridwan yakni Sumarsono.

Obrolan tersebut sampai pada HM Hartopo dan dia tidak terima dan meminta kepada Yusuf selaku kuasa hukumnya melaporkan Heru ke Polres Kudus atas dugaan pencemaran nama baik.

Baca Juga   Kendati ditolak pedagang, Pemkab Kudus tetap tutup pasar

Selain itu santer terdengar adanya oknum di lingkungan KONI Kudus yang meminta sejumlah setoran mengatasnamakan Plt Bupati Kudus.

“Atas dasar dua peristiwa tersebut, klien kami yakni Plt Bupati HM Hartopo meminta untuk mengadukan Heru Widyawan ke polisi. Kami juga berharap polisi bisa mengusut tuntas dan memproses jika ada oknum yang mengatasnamakan klien kami untuk minta uang ke Pengkab,” kata Yusuf.

Sementara Heru yang dikonfrimasi atas laporan yang dialamatkan pada dirinya enggan memberi komentar. (*/ap)

Artikel ini tayang di Suarabaru.id, telah diubah seperlunya.

Tinggalkan Balasan