LPJU Dipadamkan, Kritik Sandung Kutip Istilah ; Nek Laron Ono Padang – padang teko, kan Manusia?

Kudus – Jateng | centininews.co.id “Pemahaman saya secara pribadi, (LPJU dimatikan) bertujuan agar orang tidak berkerumun karena kondisi gelap, sepi. Tapi jangan salah kalau orang awam ngomongnya “Nek Laron yo ono padang-padang ancen teko? Ini kan manusia Bang Fikri?” Kata Sandung dalam wawancaranya dengan Achmad Fikri.

Dalam pelaksanaan PPKM Darurat disamping penutupan akses jalan menuju kota, Pemkab Kudus juga melakukan kebijakan memadamkan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU). Dalam pelaksanaannya ternyata pemadaman ini menuai banyak kontra dan kritik dari berbagai elemen, salah satunya dari anggota DPRD Kudus, Sandung Hidayat yang tidak sepakat dengan langkah yang diambil oleh Pemkab Kudus ini, karena banyak potensi kejahatan bisa terjadi, baik yang dilaporkan atau tidak.

Baca Juga   Malu Ditempeli Stiker, Penerima PKH Mundur

“Banyak yang mengeluh tentang pemadaman LPJU. Apalah artinya LPJU dipadamkan apabila penguatan prokesnya tidak dijalankan,” Kata Sandung. Ia melanjutkan bahwa dengan pemadaman LPJU membuat orang semakin takut, padahal sebagian orang harus pulang kerja atau bekerja di malam hari.

Sebagai anggota dewan, Sandung merasa prihatin dengan langkah ini, karena banyak merugikan rakyat kecil. Dirinya berharap agar Bupati Kudus mempunyai solusi terobosan yang luar biasa, tidak hanya anut-anutan, mendengar sing disenengi dan bisa mengevaluasi dampak dan resiko terkait dengan kebijakan,” ujarnya.

Sandung juga menyinggung soal larangan menyelenggarakan khajatan. Menurutnya larangan tersebut juga harusnya mempertimbangkan adat istiadat dan kearifan lokal dengan selalu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang protokol kesehatan, bukan pada larangan kegiatannya.

Baca Juga   Aspal jalan ini bisa dikuliti pakai tangan kosong

Dia juga menceritakan pengalaman lapangan dengan para pedagang kecil pasar tiban yang ditutup dan akhirnya berjualan di pinggir jalan tapi dibubarkan karena menimbulkan kerumunan. Sebagai pedagang kecil yang hanya memutar uang dagangan ratusan ribu, mereka mengeluhkan keputus – asaanya karena tidak bisa berjualan. “Ini yang menjadi PR Pemerintah Daerah, untuk pasar tiban supaya tetap bisa berjualan tetapi tidak melanggar dengan peraturan terkait dengan kondisi pandemi ini,” terangnya.

Di akhir sesi, Sandung berharap Covid-19 segera hilang dan masyarakat Kudus dapat mencari nafkah seperti semula. Dan ia juga mengapresiasi kinerja Bupati dan berharap agar seluruh elemen pemerintah daerah dapat bekerja maksimal, akses ziarah wisata religi juga segera dibuka walaupun hanya terbatas untuk warga lokal. (FN)

Tinggalkan Balasan