Ketua KONI Kudus menjawab mosi tidak percaya jilid II yang ditujukan padanya

Kami menanyakan pada Ketua KONI Kudus, Antoni Alfin tentang mosi tidak percaya jilid II yang ditujukkan pada dirinya, apakah keraguan muncul akibat dari anggaran KONI di APBD 2021 hanya Rp1 miliar, lalu bagaimana dia menyikapinya?”

Kudus (CENTININEWS) , – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus kembali digoyang mosi tidak percaya jilid II oleh forum komunikasi olahraga Kudus usai mosi tidak percaya pertama gugur dalam rapat pleno 2020 lalu sesuai AD-ART KONI Kudus.

Ketua Umum KONI Kudus Antoni Alfin pada program Pojok Kota Kretek pada Tumenggung Fikri mempertanyakan apa yang diinginkan sejumlah pengcab olahraga Kudus, padahal Kudus sedang mempersipkan sebagai tuan rumah Porprov 2022.

“Kami merasa prihatin, disaat KONI di daerah Pati Raya sudah mempersiapkan pra Porprov dan Porprov 2022, tapi KONI Kudus masih menghadapi masalah semacam ini,” ujarnya, Minggu (24/01/2020) pagi.

Dia mengakui telah menerima surat dari forum komunikasi olahraga Kudus pada Senin lalu yang mengklaim dukungan pengcab melayangkan mosi tidak percaya jilid II pada KONI.

Baca Juga   Pembangunan Tribun Timur Stadion Wergu Wetan Capai 38 Persen

“Kami dapat surat, namun tidak ada satupun tanda tangan dari pengcab-pengcab di Kudus. Hanya di halaman awal menyebut 33 pengkab,” tandasnya.

Jadi, lanjut dia gerakan mosi tidak percaya jilid II secara rill tidak ada. Kendati demikian, dia mempersilakan klaim tersebut.

KONI khususnya Antoni mendapat suara sumbang soal tidak adanya dukungan dari DPRD Kudus dan Pemkab Kudus usai mendapat anggaran hanya Rp1 miliar pada tahun 2021, padahal dari KONI Kudus sebelumnya mengusulkan anggaran Rp8 miliar.

“Saya sebagai ketua KONI berusaha untuk membawa KONI lebih berprestasi. Usulan awal Rp16 miliar karena akan menghadapi Porprov 2022. Lalu kami sesuaikan menjadi Rp8 miliar,” tandasnya.

Kendati usulan Rp8 miliar masuk banggar DPRD Kudus hanya Rp5 miliar, rupanya diakhir justru diputuskan di rapat DPRD dan Pemkab Kudus, KONI hanya mendapat alokasi Rp1 miliar.

Dia menyebut masih berpikir positif pada DPRD dan Pemkab, sebab memang kewenangan memberikan anggaran ada pada keduanya.

Baca Juga   PSSI Siapkan SK Kelanjutan Shopee Liga 1, Liga 2, dan Liga 3

Saat ini, kata dia KONI akan lebih fokus pada persiapan sebagai tuan rumah Pra Porprov dan Porprov Jateng 2022 bersama Kabupaten di Pati Raya.

Untuk Porprov Jateng 2022, kata dia Kudus berjuang untuk tetap berada di posisi tiga besar sebagaimana pada Porprov Jateng tahun 2018 lalu. Meski anggaran minim hanya Rp1 miliar dia optimis dapat meraih hasil baik di ajang tingkat provinsi tersebut. 

“Kami sudah rapat dengan pengurus KONI Kudus, anggaran Rp1 miliar akan kami gunakan untuk sekretariat, pembinaan pengcab, juga insentif bagi atlet dan pelatih,” jelasnya.

Selain dari APBD, KONI Kudus juga akan berusaha mencari dana CSR ataupun dana cukai sejumlah perusahaan di Kudus untuk turut serta membantu olahraga di Kudus. “Kami masih optimis membawa nama baik olahraga di Kudus,” pungkasnya. (*/ap)

Tinggalkan Balasan