Sebagian Jateng berpotensi diguyur hujan lebat hingga akhir Januari 2021


CENTININEWS, – Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Jawa Tengah masih akan diguyur hujan lebat hingga akhir Januari 2021. 

Berdasarkan analisis curah hujan dasarian II bulan Januari 2021 yang dirilis BMKG, terdapat tiga wilayah yang berpotensi diguyur hujan sangat lebat dengan intensitas lebih dari 300 mm. Yakni Kabupaten Pemalang, Pekalongan, Batang, dan Jepara.

Di Jateng bagian timur curah hujan tinggi dengan 201-300 mm berpotensi terjadi di wilayah Kudus, sebagian Grobogan, Demak, dan sebagian Semarang.

Sementara wilayah dengan curah hujan tinggi ada di wilayah Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen (Barlingmascakeb).

“Berdasarkan peta prakiraan deterministik curah hujan yang dirilis BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, di wilayah Barlingmascakeb pada dasarian (10 hari, red.) ketiga bulan Januari masih berpotensi jumlah curah hujan dalam kategori tinggi, yakni berkisar 151-200 milimeter per dasarian,” kata analis cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan saat dihubungi dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat via Antara.

Baca Juga   Hari pertama tahun 2021 Kudus diprediksi hujan sedang-lebat

Kendati demikian, dia mengatakan potensi hujan lebat tersebut tidak terjadi di semua wilayah Barlingmascakeb karena curah hujan pada dasarian ketiga bulan Januari di wilayah barat laut dan sebagian pesisir selatan Kabupaten Cilacap serta pesisir selatan Kebumen diprakirakan dalam kategori menengah atau berkisar 101-150 milimeter per dasarian.

Menurut dia, wilayah Kabupaten Cilacap yang jumlah curah hujannya masuk kategori tinggi meliputi sebagian Kecamatan Dayeuhluhur, sebagian Wanareja, sebagian Majenang, sebagian Cimanggu, Cipari, Karangpucung, Sidareja, Kedungreja, Gandrungmangu, Patimuan, Bantarsari, sebagian Kawunganten, sebagian Jeruklegi, sebagian Kesugihan, Maos, Adipala, Sampang, Kroya, sebagian Binangun, dan sebagian Nusawungu.

Sementara di Kabupaten Banyumas meliputi Kecamatan Lumbir, Wangon, Jatilawang, Rawalo, Kebasen, Kemranjen, Sumpiuh, Tambak, Somagede, Kalibagor, Banyumas, Patikraja, Purwojati, Ajibarang, Gumelar, Pekuncen, Cilongok, Karanglewas, Kedungbanteng, Baturraden, Sumbang, Kembaran, Sokaraja, Purwokerto Selatan, Purwokerto Barat, Purwokerto Timur,Purwokero Utara.

Baca Juga   Ada Apa Dengan FWLJ?

Kabupaten Kebumen meliputi Kecamatan Rowokele, sebagian Buayan, sebagian Ayah, Sempor, Gombong, Kuwarasan, sebagian Puring, Karanggayam, Karanganyar, Sruweng, Adimulyo, sebagian Petanahan, sebagian Klirong, sebagian Bulus Pesantren, sebagian Ambal, sebagian Mirit, Sadang, Karangsambung, Pejagoan, Alian, Kebumen,Kutowinangun, Poncowarno, Padureso, Prembun, dan Bonorowo.

Kabupaten Purbalingga meliputi Kecamatan Bojongsari, Kutasari, Padamara, Kalimanah, Kemangkon, Bukateja, Purbalingga, Kejobong, Kaligondang, Pengadegan, Karangreja, Mrebet, Bobotsari, Karanganyar, Karangjambu, Kertanegara, Karangmoncol, dan Rembang.

Kabupaten Banjarnegara meliputi Kecamatan Susukan, Purworejo Klampok, Mandiraja, Rakit, Purwanegara, Bawang, Pegedongan, Punggelan, Wanadadi, Banjarnegara, Sigaluh, Madukara, Banjarmangu, Karangkobar, Kalibening, Pandanarum, Wanayasa, Pagentan, Pejawaran, dan Batur.

“Terkait dengan masih adanya potensi hujan lebat yang bisa mengakibatkan bencana alam hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor pada wilayah tersebut, maka diharapkan masyarakat untuk selalu waspada,” kata Rendi. (*/ap)

Baca Juga   KKN-IK IAIN Kudus dalam menyukseskan Tradisi Sedekah Bumi, di masa pendemi.

Artikel tayang di Antara, telah diubah seperlunya

Tinggalkan Balasan