Dinilai Baik, Pemkab Kudus Raih Empat Penghargaan STBM dari Kemenkes RI

CENTININEWS, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus meraih penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STMB) Berkelanjutan Award 2020 dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo menerima penghargaan via konfrensi video di Command Center Dinas Komunikasi dan Informatika Kudus, Jumat 13 November 2020.

HM Hartopo menyampaikan bahwa dari 29 Kabupaten/Kota di Indonesia, Kudus mampu meraih empat penghargaan, yakni yang pertama penghargaan ketegori Kabupaten Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS)/ ODF. 

Kemudian yang kedua, kategori sanitarian terbaik yang diraih oleh Slemet Hariyanto sebagai petugas kesehatan. Ketiga, kategori Natural Leader yang didapatkan oleh Eny Pujiastuti. Dan yang terakhir, Kiswi, Kepala Desa Berugenjang, Kecamatan Undaan, dinobatkan sebagai Kades Terbaik Kabupaten ODF.

Baca Juga   Update, masih terus naik, covid-19 di Jateng capai 114.876 kasus

Hartopo menyebut meski sudah baik namun masyarakat juga harus terus dibina dan diarahakan.

Ia juga meminta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk selalu mendukung upaya pembangunan kualitas hidup masyarakat Kudus.

“Harus dijadikan motivasi. Desa Berugenjang yang di pojok selatan Kudus saja bisa meraihnya. Maka, semua pihak harus mendukung upaya peningkatan kualitas akses layanan berbasis masyarakat,” tegas dia.

Ditempat yang sama, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dr. Azis Achyar mengatakan, Kudus dinilai memiliki inovasi terbaik dalam mempertahankan kondisi Stop Buang Air Besar Sembarangan. 

Capaian ini, lanjut Azis, bisa didapat atas kerja keras bersama seluruh elemen dan tingginya kesadaran penuh masyarakat, yakni warga yang sudah 100 persen tidak BAB sembarangan.

Baca Juga   Sekdin Dukcapil Kudus: "Ngapain punya medsos kalau enggak fast respon"

“Ini semua berkat kerja keras seluruh elemen yang terlibat. Kami ucapkan terima kasih atas kesadaran masyarakat,” tuturnya.
Azis berharap, penghargaan STMB ini bisa menjadi inspirasi buat desa-desa yang lain agar masyarakatnya tidak lagi BAB sembarangan.

“Ini menjadi inspirasi mestinya nanti, desa-desa yang semacam itu harus secara lebih real lebih baik dari pada yang lain, nanti akan menjadi motivasi bagi desa-desa yang lain,” ungkapnya. (sr/ap)

Tinggalkan Balasan