Dinas PKPLH Kudus Gandeng PT. Pegadaian Dalam Kelola Sampah

Plt. Bupati Kudus

Kudus – Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus bekerjasama dengan PT. Pegadaian (Persero) untuk pembahasan mengenai permasalahan sampah di Kabupaten Kudus, melalui Web Seminar (Webinar) yang diselenggarakan secara konferensi video, Selasa (11/8).

Membahas tentang permasalahan Sampah, Hartopo berpesan agar perlu mendapatkan perhatian serius dari seluruh lapisan masyarakat.

“Jumlah timbulan sampah pada tahun 2019 sebesar 159.083 ton/tahun dari jumlah timbulan sampah tersebut hanya 60,54% yang dapat dikelola sehingga masih ada 39,46% sampah yang belum dikelola,” terangnya.

Oleh karena itu, Pemerintah Daerah tidak dapat bekerja sendiri sehingga diperlukan sinergi antara Pemerintah Daerah dan seluruh lapisan masyarakat dalam pembangunan ekologi pengelolaan sampah terutama pengurangan sampah dari sumber sampah.

“Saya Bupati Kudus memberikan apresiasi dan dukungan atas program pengelolaan SADIMAS (Sampah Menjadi Emas) yang diinisiasi oleh saudara Agung Karyanto dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PKPLH) kab Kudus. Sebuah program yang mengajak semua penghasil sampah untuk mengelola sampahnya dan menginvestasikan hasilnya menjadi emas melalui tabungan emas,” jelasnya.

Baca Juga   Tidak Segera Berjualan, Lapak Akan Ditarik

Sebagai ketentuan dalam peraturan Bupati Kudus nomor 27 tahun 2018 tentang kebijakan dan strategi Daerah (Jakstrada) dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga di kabupaten Kudus.

“Kepada peserta webinar SADIMAS saya minta agar bapak dan ibu menjadi garda terdepan dalam pengelolaan sampah untuk mewujudkan Kudus bebas sampah 2025,” harapnya.

Selain itu, Hartopo juga mengingatkan masyarakat agar selalu bergotong royong dalam bersama-sama mencegah penyebaran pandemi virus corona agar lebih cepat terkondisikan lebih baik sehingga perekonomian dapat berjalan normal lagi.

“Mengingat kondisi saat ini, Kudus dalam kategori zona merah menuju gelap, maka saya mengimbau kepada masyarakat mari dalam era new normal harus kita terapkan protokol kesehatan diantaranya pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak. Walau tidak mudah, mari bersama kita adaptasi dengan tatanan kehidupan baru ini,” pungkasnya.

Baca Juga   Belum Semua Peserta Pelatihan Kartu Prakerja Terima Insentif

Disisi lain, Kasubdit Sampah Spesifik dan Daur Ulang dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ari Sugasri, mengatakan terkait dengan perkembangan dinamika dan perkembangan bank sampah di Indonesia.

“Dalam peraturan Daerah telah disebutkan mengenai kebijakan dan strategi Daerah (Jakstrada) dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga di Kabupaten Kudus,” paparnya.

Lebih lanjut, oleh karena itu, Masyarakat harus semaksimal mungkin memanfaatkan bank sampah sebagai sarana daur ulang sampah yang ada di Indonesia, mengingat potensi daur ulang sampah dapat dijadikan sebagai mata pencaharian lain untuk masyarakat.

“Seperti arahan Bupati tadi, maksimalkan bank sampah agar dapat mengurangi limbah sampah serta dapat bermanfaat bagi kelestarian lingkungan hidup,” ungkapnya. (SR)

Tinggalkan Balasan