Cara Budi Daya Ikan Air Tawar di Lahan Terbatas Pemuda Karang Taruna “Tunas Jaya” Bersama Undip

Pemuda Karang Taruna “Tunas Jaya” bersama Undip melepas ikan air tawar saluran irigasi desa. (Foto: Siti Rahayu/centininews)

 

Centininews, Kudus – Memanfaatkan lahan terbatas berupa penggunaan saluran irigasi desa setempat sebagai demplot (Demontration Plot) pengembangan budi daya ikan air tawar, Pemuda Karang Taruna “Tunas Jaya” Desa Wates, Kecamatan Undaan, Kudus, bekerja sama dengan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Melalui program “Ipteks bagi desa binaan Undip”, para pemuda dilatih untuk mengembangkan ekonomi produktif pedesaan dengan memanfaatkan lahan terbatas berupa lahan saluran irigasi untuk budi daya ikan nila dan tombro.

Koordinator Pelaksana Program Iptek bagi desa binaan Undip, Dr. Cahya Setya Utama, yang juga dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP), mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan pancingan awal bagi karang taruna untuk mewujudkan impian bersama Undip dalam membangun sebuah kawasan edutechnopreneur.

“Dengan hanya memanfaatkan lahan terbatas di Desa Wates yang nantinya berperan sebagai ikon bisnis integral farming untuk menunjang kawasan wisata edukasi,” katanya saat ditemui di lokasi irigasi di Desa Wates, Sabtu (22/08/2020).

Tak hanya pelatihan praktik, menurutnya, di Balai Desa Wates juga sedang berlangsung kegiatan pelatihan budi daya perikanan dengan menerjunkan narasumber Alfabetian Harjuno Condro Haditomo dari Departemen Akuakultur Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP untuk memberikan pelatihan secara teori dan praktik.

Baca Juga   Nikmati Makan Sate Jamur dengan Citarasa Khas Sate Kambing di Hadipolo

“Untuk menunjang kegiatan praktik budi daya, FPP Undip memberikan bantuan bibit dan pakan ikan. Bibit yang kami berikan adalah nila dan tombro, dua jenis ikan yang kami nilai memiliki ketahanan hidup tinggi dalam kolam yang airnya nyaris tak bersirkulasi,” katanya.

Dikatakannya, Undip juga melakukan pemetaan wilayah dengan mengidentifikasi potensi alam, sosial, dan budaya yang ada di Desa Wates untuk menunjang kawasan wisata edukasi.

Kala Desa Wates ini nanti berkembang menjadi sebuah desa edutechnopreneur, minimal setiap keluarga akan punya kolam dan bisa budi daya lele, nila atau sejenisnya.

“Sehingga kebutuhan pangan untuk keluarga bisa tercukupi dari perairan terbatas, harapannya di tengah pandemi covid-19 ini warga bisa tetap berkreasi, berinovasi, dan juga tetap terpenuhi kebutuhan akan pangan hewaninya, terutama ikan,” ungkapnya.

Dalam program pembinaan di Desa Wates ini, pihaknya berkolaborasi antara dosen pertanian, peternakan, bahkan untuk mengonsep ke arah desa eduwisata. “Mungkin kita akan datangkan dosen ekonomi atau ekonomi kreatif dari Fakultas Ekonomi,” ujarnya.

Hasil dari praktik budi daya ini diharapkannya dapat menjadi modal awal bagi pengembangan budi daya ikan air tawar oleh pemuda Desa Wates. Dengan pelatihan dan pengembangan SDM, pihaknya berharap Wates bisa menjadi sebuah desa rintisan entrepreneur atau wirausaha, meski dalam demplot yang hanya memanfaatkan lahan terbatas.
Menurutnya, lahan sepanjang 300 meter dan lebar 4 meter ini sebelumnya adalah saluran tak terpelihara dengan tanaman eceng gondok di atasnya.

Baca Juga   Penyalahgunaan narkoba dan miras di Jepara meningkat

“Namun, atas kerja keras Pemuda Karang Taruna Desa Wates semua eceng gondok disingkirkan sehingga saluran dapat dikondisikan. Targetnya ya minimal 3 sampai 4 bulan atau di sekitar bulan November nanti kita akan panen raya, hari ini kita taburkan ikan sebanyak 3 kwintal,” ujar Cahya.

Sementara itu, Aditya Saputra, yang mewakili Karang Taruna Tunas Jaya Desa Wates, saat ditemui di lokasi mengatakan bahwa organisasinya memang memiliki program peningkatan usaha ekonomi kreatif warga yang salah satunya dengan budi daya ikan.

“Kami berharap ini akan bisa menjadi kegiatan rintisan bagi peningkatan pendapatan masyarakat khususnya Desa Wates,” tandas Adit.

Menurutnya, Undip telah mengajarkan kepada kami tentang bagaimana teknologi yang benar dalam kami melakukan budi daya ikan air tawar. (SR)

Tinggalkan Balasan