Antara Bodoh atau Pura- Pura Tidak Tahu

Oleh Dio Hermansyah
Komite Olah Raga Nasional Indonesia Cabang Kudus, ( KONI )‘ Geger , sebetulnya tidak ada istilah hal tersebut apalagi ada sebuah dualisme kepemimpinan. Dalam sebuah aturan organisasi manapun yang paling diakui sebagai pemangku jabatan adalah orang yang mempunyai Surat keputusan .
Setidaknya yang perlu disadari adalah bukan sebuah pengakuan namun alat bukti. Alat bukti tersebut untuk meyakinkan bahwa adalah pemangku sebuah jabatan yang diakui baik dari Propinsi maupun pusat.
Namun sebaliknya, jika menggunakan ilmu ‘ngedrel’ atau pokoke bukan membuat orang menjadi cerdas akan tetapi dungu. Kata dungu mungkin orang awam pun akan tahu. Lebih rendah status dari bodoh.
Harusnya ada pembisik yang berguna untuk mencerdaskannya baik dari segi golongan maupun pribadi. Jangan menjadi pembisik yang nantinya akan menjeremuskan dirinya sendiri . Misalkan ketua partai Kaypang, yang note bene tidak membawa sepucuk surat dan mandat dari manapun tetapi masih saja mengakui sebagai ketua harus dimaklumi. Sebab mereka tidak mengerti tentang sebuah kecerdasan dan tidak pula mengerti didalam sebuah organisasi
Pada sebuah organisasi , tentunya ada beberapa struktur yang setidaknya menguasai bidang ilmu masing masing. Bidang bulu tangkis bukan diisi ahli bola sodok atau biliar. Bidang tinju bukan diisi ahli bermain kelereng serta bidang catur bukan diisi ahli mengunyah kerupuk.
Hal inilah nantinya sebuah organisasi akan carut marut sebab mereka tidak mengetahui tentang dari latar belakang kemampuan.
Diharapkan ketua KONI cabang Kudus yang baru saja menerima Surat keputusan dari KONI Jateng harus mempunyai gebrakan dalam membuat sebuah organisasi yang profesional diantaranya adalah Nilai profesionalisme dituntut bagi setiap pihak di dalam organisasi, terutama di bidang cabang olah raga atau ( cabor- cabor ).
Imam Triyanto, Sebagai ketua KONI Cabang Kudus yang baru saja menerima Surat keputusan dari KONI Jateng di harapkkan dapat mencetak atlet atlet handal. Sebab Di kabupaten Kudus sangat berpotensi untuk mengangkat sebuah prestasi yang hebat. Karena lembaga tersebut adalah sebuah lembaga otoritas olah raga di Indonesia.

Baca Juga   Banjir di Pati meluas, rendam 37 desa

Tinggalkan Balasan