Anggaran KONI Hanya Rp1 Miliar, Bisa Buat Apa?


KUDUS, CENTININEWS – Anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada tahun anggaran 2021 disahkan hanya sebesar Rp1 miliar. Padahal sebelumnya pada tahun 2020 KONI mendapat alokasi sebesar Rp7,3 miliar.

Anggaran yang minim tersebut menumbuhkan banyak pertanyaan, mengapa KONI yang membawahi 49 pengcab (pengurus cabang) di Kudus harus dipangkas sekitar Rp6,3 miliar dari anggaran tahun sebelumnya?

Anggota DPRD Kudus Fraksi Gerindra, Sandung Hidayat dalam Jagong Bareng centininews.co.id membeberkan sejumlah fakta terkait anggaran KONI tahun 2021. Kuat dugaan anggaran KONI dipangkas akibat konflik kepengurusan yang saat ini terjadi.

“Ini sangat memprihatinkan, anggaran untuk KONI Kudus tahun 2021 hanya Rp1 miliar. Tidak akan cukup untuk pembinaan semua cabang olahraga di Kudus,” kata Sandung, Rabu (2/12).

Fakta jika alokasi anggaran hanya Rp1 miliar dapat dipastikan bahwa cabang-cabang olahraga di Kudus tidak berjalan bahkan mati suri karena anggaran yang tidak mencukupi.

Baca Juga   Pembangunan Tribun Timur Stadion Wergu Wetan Capai 38 Persen

Selain itu masalah anggaran dapat membuat gelaran Porprov 2022 Kudus terganggu dan berimbas pada target. Menurutnya ini bisa disebut pembunuhan pelan-pelan terhadap olahraga di Kudus.

Sebelumnya diketahui Ketua DPRD Kudus Masan mengatakan jika dengan anggaran ini diharapkan ada perbaikan di tubuh KONI. Terkait anggaran Rp1 miliar, menurutnya masih bisa ditambah di APBD Perubahan 2021.

Senada Plt Bupati Hartopo melalui Antara juga menegaskan jika di internal pengurus KONI Kudus memang ada permasalahan sehingga harus segera dievaluasi dan ditata kembali agar lebih baik dan harmonis. Dikhawatirkan jika anggaran besar justru tidak akan terserap secara maksimal.

Terkait adanya konflik internal yang terjadi di KONI, Sandung berharap agar Pemkab Kudus dengan Dinas Dikpora dapat mencari jalan keluar.

Baca Juga   KONI Kudus Gelar Kegiatan Donor Darah di Hari Jadi Ke 82 Tahun

Pemkab seharusnya tidak serta merta memotong alokasi anggaran yang justru berpotensi mematikan olahraga di Kudus.

“Pemkab Kudus melalui Dinas Dikpora Kudus yang menanungi KONI melakukan langkah untuk menyelesaikan, bukan serta merta memangkas anggaran 2021 hanya 1 miliar,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menyebut jika pengambilan keputusan terkait alokasi anggaran seharusnya didasari pada kebutuhan, bukan didasari konflik atau adanya kepentingan-kepentingan lain. Sehingga tidak ada yang harus dikorbankan.

Terlebih impian masyarakat Kudus untuk melihat tim sepakbola Persiku naik tingkat dalam gelaran Liga Indonesia dipastikan hanya menjadi angan-angan belaka. (*/ap)

Tinggalkan Balasan